Tata krama Menyampaikan Kabar atau Berita

"Assalamualaikum" .. salam suami saat masuk rumah, kemudian kita jawab salam beliau ; "waalaikumsalam " kemudian tanpa ba bi bu pake jurus serangan bom bardir main serang aja : "Papa tadi si kakak begini begini ,si adek begitu..begitu.."
Suami baru masuk pintu , belum hilang lelah setelah seharian bekerja , setan - setan masih bergelantungan di pundaknya xixixixi..hiiii ...datang - datang  langsung dapat hadiah laporan  tentang ulah anak - anak seharian...
Apa yang akan terjadi..suami akan segera merespon laporan kita dengan baik ?  / akan menjawab dengan baik ? ato... hmmm... ( hayoo..pada ngaku..sering gini ya di rumaah ;p ).

Atau saat kita pulang dari bepergian dimana anak - anak kita titipkan kerabat dekat/bibi, baru sampe d depan rumah langsung di laporin tetangga tentang ulah anak kita, apa yang akan terjadi..jujur kalo saya langsung munthap  ( ups ) apa ya bahasa indonesianya..langsung umup /mendidih,siap2 sungunya keluar ( astaghfirullah ) , langsung pasti elus dada beristghfar menahan marah dan dalam hati pasti akn bilang ( ya mbok sabar bu..njenegan kan tau saya baru datang kok ya lngsung main lapor, ya mbok dberi jeda dulu .. ), atau saya malah langsung marahi anak-anak saya tanpa tanya dulu apa yang sebenarya terjadi karena sudah terlanjur dapat kabar ,keadaan capek dsb..(Astaghfirullah ).. 

Seharusnya kita bijaksana dalam melihat ini , coba kita di posisi yang dilapori sehabis bepergian langsung di bom bardir laporan-laporan tentang ulah anak-anak..apa yang akan kita rasakan saat itu ; mbendedeg,emosi, siap-siap munthap ke anak-anak..pasti campur aduk kan..

Apa yang di lakukan saat memberi kabar / berita yang mungkin nantinya akan membuat suami / tetangga menjadi gak enak hati itu akan terasa nyaman untuk diterima / akan terasa enak di terima ;

  1. Tunggu beberapa saat, biarkan suami masuk rumah dahulu dan beristirahat melepas lelah.
  2. Lihat kondisi suami apakah waktunya tepat untuk memberi tahu hal tentang anak - anak.
  3. jika keadaan sudah kondusif , mulailah bercerita apa yang terjadi..
nah..sepertinya akan enak jadinya..lain ceritanya kalo seperti kisah d awal tadi ya.. kan ... ^_^

Masih ingat dengan kisah shahabiyah Ummu Sulaim yang waktu itu putranya meninggal, ketika suami beliau ( Abu Tholhah ) datang dari bepergian kemudian menanyakan keadaan putranya ? apa jawaban Ummu Sulaim? apakah serentetan ini tadi anakmu meniggal, tadinya begini dan begitu..blekuthuk..blekuthuk... Tak kan ? apa jawaban Ummu Sulaim ? beliaupun menjawab : " ia sedang dalam keadaan tenang " ,Ummu Sulaim langsung mengeluarkan makan malam untuk suami beliau dan kemudian melayani suami beliau dengan sebaik-baik pelayanan.,setelah tahu keadaan suami sudah merasa tenang dan bahagia diceritakanlah keadaan anaknya yang kemudian membuat beliau mendatangi Rasulullah SAW di pagi harinya untuk menceritakan hal tersebut . Rasulullah pun bertanya, "Apakah malam kalian tersebut seperti berada di malam pertama ? ” Abu Tholhah menjawab, “Iya.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mendo’akan, “Allahumma baarik lahumaa, Ya Allah berkahilah mereka berdua.” Dan dari hubungan tersebut lahirlah laki - laki yang shalih 'Abdullah '

Nah dari kisah ini kita bisa belajar bagaimana memberi laporan ato suatu kabar / berita kepada suami/ orang lain yang tidak mengakibatkan yang menerima berita jadi jantungan..hehe  ( astaghfirullah )

Tak ada yang sempurna di dunia ini, tapi kita harus selalu mau belajar dari lingkungan .






Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Tata krama Menyampaikan Kabar atau Berita"

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung di akarwangi.com .
Silahkan tinggalkan komentar yang baik, sopan dan bijak.
Komentar yang menyertakan link hidup dan spam saya hapus.
Semoga silaturahim terjaga dan membawa manfaat