Breaking News

Melempar Barang, Apakah itu Sopan?


Adab Memberi-akarwangi

Sukoharjo, "Mbak Re, kalau ngasih permen jangan dilempar, kayak mau ngasih kacang ke gajah aja" waktu itu Ipuj Sepupu Re mengingatkan. Ipuj yang tinggal di rumah keluarga Re waktu itu,  

Dan benar sekali, dari kisah di atas kita bisa mendapat pelajaran memberi dengan cara melempar mungkin bagi sebagian orang biasa saja, tapi beda ketika kita sudah mempunyai kebiasaan atau kebiasaan di sekitar kita bahwa memberi itu tidak dengan cara dilempar.

Jadi jika ada yang memberi dengan cara melempar, ya harus di ulang dengan cara diberikan dengan mendekat. Ibuk Hu jika memberi dengan lempar ke anak-anak, biasanya mereka akan spontan  protes. Hal ini memang kami terapkan kepada anak-anak sejak dini dan orang-orang terdekat. Mudahkah? Tentu butuh proses.

Amah, aunty, ante, mbokde yang dekat dengan kami pun tahu, jika memberi dengan dilempar  kepada siapa pun, kami spontan mengingatkan, agar diberikan dengan mendekat dan menggunakan tangan kanan.

Bagaimana jika posisi duduk berjauhan dan harus diberikan saat itu juga. Bisa fleksibel lewat orang lain, atau meminta maaf mendapatkan "keridhoan" untuk melempar "barang" yang diberikan.

Hal ini memang harus dibiasakan terutama anak-anak, baik kakak ke adeknya, adek ke kakaknya atau apalagi ke orang tua, begitu pun orang tua ke anak-anak. Pernah kami melempar barang karena biar cepat untuk memberikan ke putri kami. Spontan putri kami protes "kok dilempar buk, ulangi buk" 😅. Hihihi maaf ya nok.


ilustrasi

Kejadian lain

Saat kami perjalanan pulang dari Mudik, kami istirahatt di pom Bensin yang waktu itu ada cafe. Kami pun pesan kopi seperti biasa, dan apa yg terjadi si embak yang mengantar memberi kami dengan tangan kiri. Emosi saat itu..tapi menahan dan istighfar ya Allah apa nggak di ajari SOP oleh manajernya apa waktu itu ngantuk saat penjalsan SOP melayani Customer..

Berdirilah saya, menuju kasir dan mengatakan "maaf tolong sampaikan ke manajernya, agar timnya diberi SOP lagi tentang etika melayani pelanggan dengan menggunakan tangan kanan"

Jadi, wahai orang tua  jangan bosen memberi wejangan atau nasehat ke buah hati kita bagaiman cara memberi yang sopan kepada orang lain, agar kelak dewasa bisa sebagai salah satu karakter berakhlak mulia. Aamiin ya Robb

1 comment:

  1. Aku kalo sampe ngeliat anakku ksh barang dgn cara dilempar, aku bakal marah sih, dan nyuruh dia ulang LG. Kalo ga mau, barangnya dia yg aku buang sbg hukuman.

    Aku sendiri setuju melempar barang utk diksh ke org, itu ga sopan. Tp ada bbrp exception yg aku bikin. Pernah wkt itu minta tolong ke mba asisten utk ambilin handuk yg kebetulan di lemari lnatai atas. Tp Krn aku buru2, aku minta dia utk ngelempar aja handuknya ke bawah biar aku tangkap sendiri :D. Tp itukan atas permintaanku. Jd beda case sih.

    Nah kalo masalah tangan kanan, aku LG ngelatih anakku mba. Yg bungsu ini kidal kebetulan. Jd dia msh suka kebawa kebiasaan utk ngelakuin apapun dgn tangan kirinya. Aku slalu ingetin, kalo utk menulis, menggambar, ato berolahraga, tangan kiri gpp digunakan. Tp kalo tujuannya utk memberikan sesuatu ke org lain, ato utk mengambil makanan, dia wajib pake kanan. Anaknya msh sering lupa nih :D. Hrs diingetin berkali2

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar di akarwangi.com .
Semoga bermanfaat